Virus VD


Hukum Valentine’s Day Dalam Perspektif Islam

untitled-024

HAFIDZAN

TAHU nggak sih apa yang dimaksud dengan Valentine’s Day….?!!

Sejarah Valentine’s Day

Dewasa ini banyaknya ABG, pada khususnya remaja putri muslimah yang terkena penyakit social dan mengekor budaya Barat atau budaya ritual agama lain akibat pengaruh TV dan media massa lainnya, termasuk dalam hal ini Perayaan Hari Valentine’s, yang dasarnya adalah mengenang kembali Pendeta St. Valentine.

Bulan Februari tepatnya pada tanggal 14 februari kta menyaksikan banyak media massa, mal-mal, pusat hiburan, bahkan disekolah-sekolah dan perguruan tinggi sekalipun berlomba-lomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar acara-acara pesta perayaan yang berlangsung hingga larut malam bahkan sampai subuh hari, tak jarang remaja putra dan putri bahkan sampai orang dewasapun menggelar acara dengan hal-hal yang negative, kesemuanya itu di akibatkan Virus VD (Valentine’s Day).

Ada tiga versi tentang Valentine’s dalam Ensiklopedia Katolik, versi yang cukup dikenal adalah, kisah Pendeta St. Valentine yang hidup di akhir abad ke-3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St. Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya, Claudius II melihat St. Valentine mengajak manusia kepada agama Nashrani. Versi Kedua Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang, maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St. Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui dan di penjarakan, St. Valentine berkenalan dengan seorang putrid penjaga penjara yang terserang penyakit, ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya , sebelum dihukum mati St. Valentine mengirim sebuah kartu yang bertuliskan “Dari yang tulus cintanya. Valentine” . hal itu terjadi setelah putrid tersebut memeluk agama nashrani bersama 46 kerabatnya. Versi Ketiga menyebutkan ketika agama Nashrani tersebar di Eropa disalah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya didalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tesebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan “dengan nama Tuhan Ibu, saya kirimkankepadamu kartu ini”. Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat “dengan nama Tuhan Ibu” dengan kalimat “dengan nama Pebndeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani.

Versi lain mengatakan St. Valentine ditanya tentang Atharid, Tuhan perdagangan, kefasihan, maker dan pencurian, dan Jupiter, Tuhan orang Romawi yang terbesar. Maka St. Valentine menjawab tuhan-tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya tuhann yang sesungguhnya adalah Isa Al Masih, oleh karenanya ia dihukum mati. Saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah kearah hati yang sebenarnya itu merupakan lambing Tuhan Cinta bagi orang-orang Romawi.

Hukum Valentine Dalam Islam

Perbuatan ikut-ikutan adalah manusiawi, akan tetapi menjadi tercela dalam Islam apabila yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi dalam hal Aqidah, Ibadah, Syi’ar dan Kebiasaan. Rasulullah telah melarang untuk mengikuti peribadatan selain Islam: “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum itu.” (HR. At-Tirmidzi). Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka ia telah kafir, adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar. Ibnul Qayyim berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram”. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasanya mereka, dengan mengucapkan “”selamat hari raya””. Berarti mereka telah memberi selamat atas perbuatan mereka menyekutukan Allah.

Selain itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akam membuat mereka senang, lagi pula menyerupai kaum kafir dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah SWT Bersabda:

* $pkš‰r¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãYtB#uä Ÿw (#rä‹Ï‚­Gs? yŠqåkuŽø9$# #“t»|Á¨Z9$#ur uä!$u‹Ï9÷rr& ¢ öNåkÝÕ÷èt/ âä!$uŠÏ9÷rr& <Ù÷èt/ 4 `tBur Nçl°;uqtGtƒ öNä3ZÏiB ¼çm¯RÎ*sù öNåk÷]ÏB 3 ¨bÎ) ©!$# Ÿw “ωôgtƒ tPöqs)ø9$# tûüÏJÎ=»©à9$# ÇÎÊÈ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu Termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah:51)

Diantara dampak buruk menyerupai mereka adalah ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah As-Sunnah (tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya). Bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka. Padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca :

$tRω÷d$# xÞºuŽÅ_Ç9$# tLìÉ)tGó¡ßJø9$# ÇÏÈ xÞºuŽÅÀ tûïÏ%©!$# |MôJyè÷Rr& öNÎgø‹n=tã Ύöxî ÅUqàÒøóyJø9$# óOÎgø‹n=tæ Ÿwur tûüÏj9!$žÒ9$# ÇÐÈ

“Tunjukilah Kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” (Al-Fatiha:6-7).

Banyak kita dengar asumsi yang keliru, yang menganggap hari Valentine’s tersebut secara khusus hanyalah memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya dan tidak mengikuti keyakinan mereka. Asumsi ini adalah KELALAIAN BESAR karena perayaan ini adalah ritual dari agama lain!!.

Mengadakan pesta pada hari tersbut (Valentine’s Day) bukanlah sesuatu yang sepele tetapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara Pria dan Wanita sehingga saat ini kita melihat struktur social mereka menjadi porak poranda, dan Virus VD ini harus di bumi hanguskan dikalangan remaja muslim/muslimah pada khususnya dan umat muslim pada umumnya. Semoga Allah senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih saying yang tulus yang menjadi jembatan untuk masuk kedalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa.

Musnahkan Pemurtadan Aqidah, Ibadah, Syi’ar dan Kebiasaan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: