Ponsel Sebuah Media Alternatif Membocorkan Jawaban UNAS


Setelah mengikuti UAS (Ujian Akhir Sekolah) para pelajar akan dihadapkan pada UNAS (Ujian Nasional) terhitung tanggal 20 s.d 24 April 2009 seluruh siswa SMA/ SMK/ MA mulai mengahadapi Ujian Nasional (UNAS) yang dilaksanakan secara serentak di hampir seluruh wilayah Indonesia, ujian nasional ini diharapkan mampu mencapai target yang diinginkan oleh semua pihak, berbeda dengan tahun sebelumnya UNAS pada tahun ini mendapatkan pengawasan super ketat yang melibatkan pengawas dari para guru, dosen sebagai pengawas independent, dan melibatkan aparat kepolisian, serta semua lapisan masyarakatpun dilibatkan dalam pengawasan UNAS ini.

Dengan standar kelulusan yang sedikit lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yakni tahun 2008 dengan standar kelulusan 5,25 maka tahun 2009 naik menjadi 5,50. Artinya ini diharapkan keseriusan para siswa untuk mencapai standar kelulusan tersebut agar bisa melanjutkan kejenjang berikutnya. Namun sangat disayangkan ketika para siswa tengah berkonsentrasi menghadapi UNAS ini harus dikotori oleh tindakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, sepertinya ponsel menjadi satu-satunya media alternatif untuk membocorkan jawaban UNAS seperti kita lihat dibeberapa Media Massa dan Media Elektronik padahal baru berjalan 2 hari UNAS. Rata-rata pembocoran jawaban UNAS melalui Ponsel, padahal siswa dilarang membawa ponsel, kalkulator, serta alat-alat elektronik lainnya.

Apakah system pengawasan yang belum maksimal ataukah UNAS merupakan ladang komersialisasi??? Namun ketika aturan-aturan UNAS dijalankan dengan baik maka pembocoran jawaban UNAS tidak akan mempengaruhi jalannya UNAS karena dengan melarang siswa peserta UNAS membawa ponsel ketika UNAS berlangsung maka mudah-mudahan tidak akan terjadi hal-hal yang tidak merugikan, tetapi hal ini bukanlah alternative yang 100% benar karena pembocoran jawaban UNAS bisa saja dilakukan. Di zaman serba canggih ini apapun bisa dilakukan terlebih lagi pembocoran jawaban UNAS hanya dengan memilih ponsel sebagai media alternative untuk membocorkan jawaban UNAS.

Salah satu contoh terkecil seperti di muat disalah satu media elektronik local di Bengkulu (RB 21/4) terdapat 7 Kepala Sekolah SMU di BS menjadi tersangka pembocoran soal UNAS, ini sangat mencoreng dunia pendidikan dan menghilangkan nilai-nilai profesionalisme guru. Pertanyaan yang timbul adalah Siapa actor dibalik pembocoran jawaban UNAS??? Karena jelas bahwa soal-soal UNAS yang didatangkan dari pusat dan tersegel dengan dikawal oleh personil kepolisian berarti menunjukkan bahwa soal tersebut adalah Rahasia Negara…..!! dan sangat Rahasia……………………………….!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: